Text
EFEKTIVITAS BIOKOAGULAN KULIT PISANG KEPOK (Musa acuminata >< balbisiana ABB Group) DALAM MENURUNKAN TURBIDITAS, TSS DAN TDS DARI AIR LIMBAH INDUSTRI FARMASI
Air limbah industri farmasi merupakan salah satu sumber pencemaran yang potensial. Oleh karena itu, air limbah tersebut perlu diolah terlebih dahulu sebelum di buang ke badan air. Salah satu tahapan dalam pengolahan air limbah industri farmasi adalah proses koagulasi dan flokulasi. Pada proses tersebut partikel koloid yang terlarut maupun yang tersuspensi didalamnya diendapkan dengan bahan kimia yang disebut koagulan. Koagulan sintetik yang sering digunakan diantaranya Poly Alumunium Chloride (PAC). Namun penggunaan koagulan sintetik dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu dikembangkan koagulan alami yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya adalah kulit pisang kepok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari kulit pisang kepok sebagai koagulan alternatif dalam pengolahan air limbah industri farmasi dalam menurunkan nilai turditas, TDS, dan TSS. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menurunkan turbiditas, TSS dan TDS adalah dengan menggunakan metode koagulasi. Alat yang digunakan dalam metode ini adalah jartest. Sampel air limbah yang digunakan dalam percobaan ini yaitu sampel air limbah industri farmasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa koagulan kulit pisang kepok dosis optimumnya 5 g / 500 ml dengan kondisi pH optimum 2 terjadi penurunan turbiditas sebesar 94.9 %, TDS 51.3 % dan TSS 83.2 %.
Tidak tersedia versi lain