Text
Analisis Interkasi Kombinasi Obat Antituberkolosis Dengan Obat Terapi Lain Pada Antituberkolosis dengN Obat Terapi Lain Pada Peresepan Pasien Tuberkolosis di Apotek Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) RSAU Dr.Salamun Ciumbuleuit Bandung
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar bakteri TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya seperti kulit, kelenjar limfe, tulang dan selaput otak. Pemberian terapi obat pada pasien tuberkulosis bertujuan untuk membunuh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dalam terapi pengobatan tuberkulosis tidak hanya menggunakan satu obat, tetapi dokter sering mengkombinasikan obat antituberkulosis dengan obat terapi lain. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi kombinasi obat antituberkulosis dengan obat terapi lain pada peresepan pasien tuberkulosis Directly Observed Treatment (DOT) di Apotek BPJS RSAU Dr. M. Salamun Bandung pada bulan Agustus 2015, serta dampak merugikan terhadap kesehatan akibat interaksi yang terjadi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang didapat dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil dan Kesimpulan : Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa resep yang terdapat kombinasi obat antituberkulosis dengan obat terapi lain sebanyak 161 lembar resep 100 % dan yang terdapat interaksi antara obat antituberkulosis dengan obat terapi lain, didapatkan hasil interaksi minor sebanyak 33,54 %, interaksi sedang 12,42 % dan interaksi serius 54,04%.
Tidak tersedia versi lain