Text
(Skripsi) ANALISIS MAKNA DAN PENGGUNAAN VERBA OMOU, KANGAERU, rnDAN KOORYO SURU DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG
Skripsi ini membahas tentang perbedaan makna dan penggunaan verba omou, kangaeru dan kooryo suru. Di dalam bahasa Jepang terdapat banyak kata yang memiliki makna yang sama. Tiga buah kata atau lebih yang mempunyai makna yang sama, bisa dikatakan sebagai kata yang bersinonim. Dalam semantik tiga buah ujaran yang bersinonim tidak akan sama persis. Hal ini terjadi karena berbagai faktor, diantaranya nuansa makna. Misalnya pada verba omou, kangaeru dan kooryo suru dalam bahasa Jepang memiliki makna “berpikir”, karena ada kemiripan makna maka dikatakan bersinonim. Akan tetapi, meskipun bersinonim, hanya pada konteks tertentu saja, karena tidak ada sinonim yang semuanya sama persis, dalam konteks atau situasi tertentu pasti akan ditemukan suatu perbedaannya meskipun sedikit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggambarkan objek yang diteliti secara rinci dan dalam keadaan apa adanya. Hasil analisis ini berupa penjelasan tentang persamaan dan perbedaan verba omou, kangaeru, dan kooryo suru dalam kalimat bahasa Jepang. Hasilnya dapat disimpulkan bahwa verba omou adalah niat untuk bekerja secara subyektif dan emosional, seperti imajinasi, tekad, kekhawatiran, harapan, dan cinta. Verba kangaeru berarti membuat penilaian yang obyektif dengan melakukan upaya logis dan bekerja dengan pikiran Anda. Verba Kooryo suru digunakan baik saat mempertimbangkan satu hal maupun saat mempertimbangkan banyak hal. rn
Tidak tersedia versi lain