Text
ANALISIS FLUTTER PADA STRUKTUR PESAWAT UDARA NIR AWAK MALE BAGIAN V-TAIL MENGGUNAKAN SOFTWARE MSC NASTRAN
ABSTRAKrnFenomena flutter akan terjadi apabila ada gaya dan momen aerodinamika yang berinteraksi berlebihan di sebuah permukaan sebagai contoh yaitu sayap dan ekor di pesawat sesungguhnya. Permukaan sayap atau ekor pada pesawat akan berosilasi dan bergetar semakin besar ketika menuju ketidakstabilan. Setiap osilasi yang terjadi membuat osilasi osilasi semakin besar sehingga frekuensi dan redaman (damping) pada daerah kecepatan tertentu dengan mudah terlihat apabila terjadi fenomena flutter. Penelitian ini fokus pada bagian ekor atau V-Tail sebuah PUNA MALE.rnPada penelitian ini dilakukan analisis mengenai parameter-parameter yang menyebabkan dapat terjadinya fenomena flutter pada struktur ekor atau V-Tail di PUNA MALE menggunakan peranti lunak FEMAP (Nx NASTRAN) dan Msc NASTRAN. Dalam proses analisis ini dilakukan pencarian karakteristik dinamik dan flutter pada struktur V-Tail. Peranti lunak FEMAP digunakan untuk membuat sebuah pemodelan dan input parameter parameter yang diperlukan dan Msc NASTRAN digunakan sebagai alat hitung untuk mendapatkan hasil karakteristik dinamik dan flutter.rnHasil penelitian ini ditemukan bahwa fenomena flutter terjadi akibat adanya kenaikan nilai redaman (damping) dipengaruhi oleh kecepatan, ketinggian dan nomor Mach tertentu yang melewati garis kestabilan. Garis kestabilan tersebut diatur dalam sebuah Advisory Circular part 23.629. Selama tidak melewati garis kestabilan sebesar 3% atau nilai redaman sebesar 0,03 maka masih dinyatakan stabil dan bisa dilakukan untuk uji terbang.
Tidak tersedia versi lain